Hmmm tak terasa besok libur dan hari berikutnya ditetapkan sebagai cuti bersama walo aku belum berhak mendapatkan cuti tahunan tapi cuti bersama ini aku tetap bias ikut menikmatinya. Kemana kita akan berlibur? Agak sedikit bingung akan kemana menikmati dan menghabiskan libur 4 hari ini. Beberapa hari yang lalu hanya ingin pulang ke rumah setor muka ke orang tua dan menghilangkan rasa rindu pada keluarga setelah hampir 2 bulan tak bersua, hanya berkirim kabar melalui sepintas sinyal yang kudapatkan. Continue reading →
Posted in CORETAN
|
Tagged Coretan
|
Rinduku semakin tak bertepi
Bersama temaram senja kemarin sore bayang tubuhmu kian menjauh meninggalkanku dikesunyian malam yang mulai terasa dingin. Kembali ku melangkahkan kakiku mengikuti bayang tubuhmu yang kian menjauh dan kaupun semakin menjauh. Secarik kertas yang telah kugoreskan pena diatasnya kucoba untuk ku titipkan pada hembusan angin malam ini, entah itu adalah kertas yang keberapa yang telah kucoba kukirimkan untukmu lewat hembusan angin malam, aku tetap menyapamu setiap malam tiba. Ku ingin mendengar sedikit kabar tentangmu sebelum kapalku berlabuh didermaga Walau dermaga itu belumlah tampak olehku, rinduku semakin tak bertepi.
Lautan ini semakin luas ku tapaki bersama dengan bintang malam yang tetap setia menemani setiap langkahku mengejar bayangmu sampai ke ujung malam, hembusan angin malam juga masih tetap berkenan ku titipkan setiap carik kertas yang telah ku gores pena diatasnya. Dimanakah dirimu, rinduku semakin tak bertepi.
Tidakkah kau ingin berhenti sejenak melepaskan lelah langkahmu tanggalkan sedikit bebanmu. Marilah kita coba sedikit tersenyum untuk menghalau ombak yang kian melambungkan perahu ini. Bersama menuju pantai dan akan berlabuh didermaga itu. Kabarkanlah padaku melalui hembusan-hembusan angin malam, rinduku semakin tak bertepi.
Abu-abu BUKAN Hitam
Abu-abu BUKAN pula Putih
Abu-abu BUKAN Merah
Abu-abu BUKAN pula Orange
Abu-abu BUKAN Biru
Abu-abu BUKAN pula Hijau
ABU-ABU adalah ABU-ABU itu sendiri
Terjadi karena pencampuran antara SEMUA
ABU-ABU adalah ABU-ABU itu sendiri
Seperti tersamarkan dalam riuhnya Perpaduan
ABU-ABU adalah ABU-ABU itu sendiri
Seperti terkesan tidak jelas
Seperti tidak terbaca
Seperti tidak ada arah tujuan
Tetapi ABU-ABU
Tetap bisa JELAS terliat
Tetap bisa terbaca
Dan Tetap ada arah tujuannya
Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya
Dikutip dari tulisan lama
Posted in CORETAN
|
Tagged ABU-ABU
|
Aku mencintaimu dengan segala diamku
Engkau begitu cantik
Engkau begitu sempurna
Sentuhan kulitmu begitu halus
Suaramu begitu lembut saat singgah di genderang telingaku
Aku mencintaimu dengan segala diamku
Lidahku kelu saat dihadapanmu
Semua kata pergi menjahuiku saat engkau ada didepanku
Seakan terkunci mulutku
Aku masih mencarimu dengan segala diamku
Nadiku seolah berhenti berdenyut
Jantungku pun seolah berhenti berdetak
Saat rasa rinduku padamu membuncah
Semua malam-malamku masih tetap untukmu
Menanti kehadiranmu
Hingga Saat kau guncang duniaku dengan bentuk pendaman rasa
Kesemuan itu telah kau tunjukkan
Karena aku terlalu membangun impian-impianku
Karena aku mencintaimu dengan segala diamku
Terima kasih telah membangunkanku
Posted in CORETAN
|
Tagged Aku Mencintaimu
|
Disungai pinggiran kolam ikan itu banyak tertumpuk bebatuan
Dipilih dan diambilnya satu persatu batu-batu tersebut
Untuk kemudian lelaki itu menata dan akan menjadikannya suatu pondasi
Setiap hari lelaki itu melakukan semuanya untuk mewujudkan impiannya
Lelaki itu ingin membangun sebuah rumah, ya sebuah rumah dipinggir kolam ikan
Seminggu berlalu sebulan berlalu setahun, dua tahun, tiga tahun telah terlewati
Batu-batu itupun sudah mulai dia tata didalam tanah menjadikan suatu pondasi
Sambil dia taburkan bibit-bibit bunga di sekitar pekarangan dari pondasi itu
Dia sirami bibit-bibit bunga itu setiap hari, hingga mulai tumbuh
Beberapa melati, beberapa anyelir, serta bunga bakung
Dan tetap dia mengumpulkan batu-batu dari sungai pinggir kolam ikan
Dia impikan bangunan rumah dari bebatuan itu, agar kokoh saat terkena sapuan badai
Tidak hanya sanggup menahan teriknya matahari,terpaan angin dan lebatnya hujan
Dua belas tahun berlalu tembok-tembok rumah itu sudah mulai meninggi
Berdiri kokoh diatas pondasi dari bebatuan sunga pinggir kolam ikan
Waktu itu dia menemukan suatu pintu dengan ukiran indah yang kemudian dipasangkan di rumah itu
Semakin terlihat megah pula rumah setengah jadi itu dengan hiasan ukiran di pintunya
Dua puluh tahun telah terlewati dan rumah itu tinggal memasang atapnya
Tepat diawal tahun ke dua puluh satu rumah itu sempurna sudah
Indah, Kokoh, dan mungil rumah yang sudah sempurna itu
Hingga suatu hari gempa bumi melanda di sekitar sungai
Bersama itu pula lelaki itu terbangun dari tidur lelapnya
Dan lelaki itu juga tahu bahwa rumah batu yang indah, kokoh, mungil serta sempurna itu hanya dalam impian semu yang dia ciptakan dari merangkai hari menjadi bulan dan bulan menjadi tahun
Hancur sudah rumah batu yang indah, kokoh, dan mungil serta sempurna itu bersama impian semunya
Posted in CORETAN
|
Tagged Rumah Batu
|
17 Januari 2011
Mentari pagi masih malu-malu dibalik awan kehitaman diatas kota Jakarta, masih enggan pula badan ini beranjak dari tempat tidur.
Tiba-tiba sebuah bunyi sms dari telepon genggam memecah kesunyian pagi didalam kamar kost, Dilayar telepon genggam itu terbaca bahwa siang ini aku harus berangkat menuju bumi lorosae. Beberapa jam kemudian aku mulai beranjak keluar dari ruangan kost setelah sedikit berbalas SMS dengan atasanku . ada sedikit titipan teman yang belum sempat aku belikan, maka pagi ini aku berburu pesanan tersebut. -+ jam 10.30 kembali nada SMS berbunyi dari telepon selularku, dari atasanku yang mengatakan sudah memesankan taxi untuk berangkat siang ini jam 12.00. setelah mendapatkan semua pesanan yang aku cari kembalilah aku ke kost untuk segera berangkat ke kantor dan kemudian melanjutkan menuju ke bumi timor. Jalanan sedikit penuh saat ku pacu motor menuju kantor, sesampai di kantor salah satu orang yang ada di kantor bilang bahwa taxi yang sudah di pesan sudah pergi lagi karena kelamaan menunggu. Saat kulirik jam di tanganku ternyata sudah lewat 40 menit sejak taxi itu menungguku, jam 12:40 huh padahal jadwal penerbanganku jam 14:00 dari bandara soekarno – hatta, segeralah aku mencari taxi lain untuk menuju ke bandara. Dengan sedikit was was dalam perjalanan menuju bandara masih sempat aku packing ulang bawaanku didalam taxi untuk menghilangkan rasa kawatir tadi. Tepat jam 13:45 aku sudah sampai di bandara, segera aku menuju ruang check in. ternyata aku belum terlambat malah mungkin tidak terlambat sama sekali karena yang terlambat adalah pesawat yang akan mengangkutku menuju timor Indonesia. Petugas check in mengatakan penerbangan agak terlambat 1 ½ jam dari jadwal, huh sudah buru-buru ternyata masih harus menunggu. 1 ½ jam terlewatkan jika aku hitung ini sudah hampir 2 jam lebih aku menunggu pesawat itu. Tepat jam 17.00 akhirnya pesawat datang dan atas anjuran dari crew para penumpang jurusan Surabaya dan kupang di minta untuk segera naik ke pesawat. Sedikit basa – basi dari dari crew penerbangan bahwa pesawat agak terlambat karena ada kesalahan teknis (alasan yang sudah biasa dikemukakan ) dan menerangkan tentang keselamatan penerbangan maka pesawatpun mulai bergerak menuju Surabaya di iringi rintik hujan yang mulai turun. Pelahan-lahan pesawat mulai menaiki Cakrawala di atas bandara soekarno hatta, menerjang awan-awan hitam yang bergerombol. Dan ini suatu penerbangan yang sangat menyiksaku, 30 menit sejak lepas landas telingaku mulai berdenging dan sangat sakit sekali. 1 jam di atas awan akhirnya sampai di Surabaya juga, pesawat mendarat dilandasan yang basah. Bandara juanda di guyur hujan lebat, setelah singgah 30 menit di juanda aku melanjutkan ke bandara el tari kupang. Pukul 22:30 waktu kupang pesawat mendarat di el tari. Tak jauh beda dengan di Surabaya, Kupang juga di guyur hujan lebat. Setelah semua barang bawaanku dibagasi sudah ditangan aku mencari taxi untuk ke hotel menginap semalam untuk keesokan hari aku akan melanjutkan perjalanan dengan mobil travel melalui jalur darat untuk masuk ke timor leste. Mendung masih pekat hujan masih turun dengan lebatnya. Akupun mandi kemudian beranjak ke tempat tidur untuk sekedar berbaring beberapa saat.
Continue reading →
Malam ini mataku terasa sulit terpejam
Seakan kantuk tak kunjung datang menghampiriku
Kuajak kaki ini melangkah ke pinggir pantai
Untuk mencari rasaku
Duduk dipinggir pantai
Matalu menerawang ke lautan lepas
Ombak berkejaran bersama deru angin laut
Membawa buih putih ke bibir pantai
Beberapa batang rokok telah habis kuhisap
Temaniku dipinggiran pantai pandangi lautan lepas
Dengarkan deburan ombak yang masih berkejaran
Riuh mereka bebas berlarian
Tak dapat juga kutemukan rasaku
Mata ini masih saja belum terkatup
Kutatap lagi hamparan air laut
Masih belum juga memejamkan mataku
Uuuuh dimana rasaku itu
Kapankah kau akan hadir dikehidupanku
Benar – benar kumerindukanmu
08 Agustus 2010
Timor Loro Sae
Posted in CORETAN
|
Tagged Ombak Malam
|
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
Setelah installasi Kermic Koala (Ubuntu 9.10) selesai baru terpikirkan olehku bagaimana caranya agar bisa online menggunakan HP sebagai modem …..?
tuing tuing tuing…..
cari sana cari sini … tanya siMbah Google . di jawabya buanyak banget salah satunya mengacu ke blognya Mas Anton Raharja di http://www.antonraharja.web.id/2009/12/07/ubuntu-9-10-usb-modem-3g-speedup-su-8000u/
Setelah utak – atik sana sini mengikuti petunjuk dari Mas Anton akhirnya Online dengan HP B2100 sebagai modem.
Kurang lebih seperti ini untuk settinganku :
Continue reading →